Bekal Pelatih Basket

•Oktober 17, 2009 • 2 Komentar

Ketika kita melihat seorang pelatih yang sukses maka akan timbul sebuah pertanyaan “Kok Bisa yo!”. Sebuah pertanyaan yang juga selama ini berkecamuk dipikiran saya selama menjadi pelatih Basket di SMK Negeri 1 Bangil mulai tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 dan tahun 2007 mulai melatih lagi sampai pertengahan 2008. dan dari pengalaman yang sedikit ini saya mengulas tentang bekal seorang pelatih Basket.

Ada beberapa hal-hal yang perlu sebagai acuan untuk memegang sebuah Tim Basket tingkat SMK yang harus dimiliki oleh Pelatih :

1. Communicative.

Dengan Good Comunication diharapkan :

· Terjalin hubungan Emosional antar Pelatih dengan Pemain, antar Pemain dengan Pemain, dan Pelatih dengan Orang tua. Serta Pelatih dengan Lingkungan Sekolah.

· Dapat memposisikan pelatih sebagai good emotion players controller baik di Lapangan maupun di Luar Lapang.

· Dapat memposisikan pelatih sebagai seorang sahabat bagi pemain sehingga terjalin hubungan yang saling hormat menghormati dan empati antara pelatih dengan pemain maupun antar pemain.

· Tercipta hubungan harmonis, saling pengertian dan meredam kesalahpahaman antara pelatih dengan pemain maupun antar pemain dengan pemain.

· Dapat membantu proses latihan dan pada saat pertandingan.

2. Knowledge

Sadari bahwa seorang Pelatih sama dengan seorang Guru. Tapi jangan dianggap bahwa seorang pelatih itu pengetahuan dan pengalaman lebih luas dari pada pemain. Adakalanya seorang pemain pengalamannya sebagai pemain lebih unggul pemain itu dari pelatih ketika pelatih tersebut jadi pemain. Begitu juga pengetahuannya ketika pada saat pelatih menjadi pemain belum banyak berdiri klub-klub basket yang besar sedangkan pada saat dia jadi pelatih ada pemain yang gabung di klub tersebut maka tidak mungkin pemain bersangkutan akan membandingkan motode pelatihan di klub dengan motode ekstrakulikuler di sekolah. Hal inilah yang sering jadi tantangan pelatih untuk mengUpGrade pengetahuannya. Oleh karena itu, sadari bahwa meningkatkan pengetahuan adalah sebuah kewajiban dan keharusan yang dimiliki oleh seorang Pelatih. Jangan pernah menutup diri “Open Minded” adalah kunci sukses untuk menimbah ilmu.

3. Easy Going

Berhubung yang kita hadapi adalah kaum muda dengan emosi yang masih labil. Pelatih harus berjiwa easy going dengan begitu muncul ketenangan dan kejernihan. Jika pun ada kegalauan hati jangan sampai itu diketahui oleh pemain. Cukup pelatih itu yang merasakan. Anggap kegagalan adalah guru. Mengulas kekalahan tim adalah sebuah keharusan tanpa menyalahkan orang lain, tapi kita sendiri yang harus intropeksi. Kalau pun ada pemain yang tidak sesuai dengan harapan kita. Dekati dengan hati tanpa ada temannya yang mengetahui. Ajak bicara berdua, dan cari solusi bersama.

4. Discipline

Mensetup sebuah peraturan bersama akan memunculkan peraturan yang berdasarkan consensus bersama dan wajib disepakati serta dipatuhi bersama baik pelatih maupun pemain, sehingga muncul kedisiplinan yang akan memudahkan pelatih dalam memanajemen pemain-pemainnya. Consensus bersama ini lahir bukan karena pelatih tersebut otoriter tapi pelatih hanya memberikan poin ide peraturan yang selama ini dia pegang. Saling beradaptasi dan tidak menonjolkan atau pilih kasih.

5. Principle.

Seorang pelatih harus berprinsip tidak angin-anginan. Prinsip inilah yang akan melahirkan sebuah motivasi baik pelatih maupun pemain untuk mencapai target pada sebuah pertandingan atau pada sesi latihan yang telah disepakati bersama

.Sadari bahwa pelatih adalah pimpinan (Director) jadi baik buruk sebuah tim tergantung pelatih yang mengomandoi tim tersebut. Pelatih adalah pemain ke 6 dalam bola basket yang bermain diluar lapangan, Pelatih adalah Senior dan Panutan bagi Juniornya. Dan Pelatih adalah peletak Karakter bagi pemain. Menjunjung tinggi Sportivitas dan Fair Play adalah tanggungjawab Pelatih.

Mungkin inilah catatan sedikit saya sebagai pegangan ketika saya melatih di SMK Negeri 1 Bangil.

Rahasia Gempa Di Padang Ditinjau Dari Ayat-Ayat Suci AL’QURAN

•Oktober 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

di Tulis Oleh http://www.eramuslim.com

Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab. (Ridyasmara)

Demam Facebook

•Maret 26, 2009 • 2 Komentar

wach dewasa ini para netter lagi gandrung Facebook,..aq sempet cari-cari tuch ternyata oke juga bagi kalian yang ingin buat nich aku kasih alamatnya..ndak sulit kok sama dengan mbangun FS…Http://www.facebook.com

OST. TERMEHEK MEHEK

•Desember 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nich titipan dari seorang teman di Fs aq..namanya Miftha..kalau pingin kenal add aj dia di : http://profiles.friendster.com/40528934

cINtA hARUS dImENGERTI

BY THE SIMBIAN BAND

saat cinta memang harus diakhiri
saat cinta takkan bisa di mengerti
engkau tak lagi beri aku
kesempatan lagi

reff:
aku bukanlah malaikat
jika bukan makhluk dari surga
maafkanlah aku
yang tak sempurna
di hadapanmu

hapus rasa hapus cinta hapus kisah
kini engkau bukanlah milikku
meski takkan mudah untuk dilupakan
semua kenangan indah

back to reff 2x

saat cinta memang harus diakhiri

DOWNLAOD LAGU  GO

makasih MIF

LKS BOLA BASKET KABUPATEN PASURUAN

•November 24, 2008 • 7 Komentar

Dalam  menghadapi LKS Jawa Timur di Kediri bulan Pebruari 2009 mendatang, pada tanggal 13 samapai 20 November 2008 kemarin diadakan LKS Bola Basket Kabupaten Pasuruan yang bertempat di Lapangan Bola Basket SMK Negeri 1 Bangil..dimana sebagai ajang seleksi pemain bola basket baik untuk tim Putra maupun tim Putri..Jumlah peserta tim putra ada 12 tim sedangkan untuk tim putri ada 6 tim..adapun para juara nya antara lain:

Tim Putra : Juara Pertama SMK Negeri 1 Grati, Juara II SMK Negeri 1 Purwosari, dan Juara III SMK Negeri 1 Bangil.

Tim Putri : Juara Pertama SMK Negeri 1 Purwosari, dan Juara II SMK Negeri 1 Bangil

jawara-lks

Selamat Untuk SMK Negeri 1 Grati atas Prestasinya..Smoga Bendera Bola Basket di tanah rantah Kabupaten Pasuruan terus berkibar

Sahabat Sejati

•September 20, 2008 • 2 Komentar

SMK Negeri 1 Bangil Berduka..2 Siswa nya M. Dicky (Big Dicky) dan M. Assgaf (Mamad) dimana mereka berdua adalah siswa kelas 2 dan bersahabat mulai dari MTs pada tanggal 19 September 2008 hari Jum’at Kliwon sore mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan mereka meninggal dunia..

PERSAHABATAN SEJATI DIBAWA MATI..MUNGKIN INI BISA DISEBUTKAN KEPADA MEREKA BERDUA…MEREKA TIDAK DAPAT DIPISAHKAN ATAS NAMA SEBUAH MAUT…PERSAHABATAN YANG ABADI…PERSAHABATAN SUCI…

Big Dicky dan Mamad di sebelah kanan dan kiri.

Big Dicky dan Mamad di sebelah kanan dan kiri.

Tiada sesuatu yang Abadi di dunia

YA ALLAH TELAH BAGINDA PANGGIL 2 SAHABAT KAMI…DENGAN SEGALA KERENDAHAN HATI DAN DIRI KAMI…KAMI MOHON PADA ENGKAU YA ALLAH YA ROBB..TEMPATKAN MEREKA DI KERAJAAN SURGA AL FIRDAUS…SEPERTI YANG TELAH ENGKAU JANJIKAN KEPADA MEREKA PARA PENGHIBUR BAGI YANG BERDUKA..CERMIN KECERIAAN MEREKA

Lima Lautan (Padhang mbulan)

•September 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kalau pas hati gembira, kita membaca Al Qur’an, dan kegembiraan itu
menjelma jadi kekokohan dan ketenteraman. Kalau hati berduka dan kita
baca Al Qur’an, dan derita yang penuh kematian itu berubah menjadi
kehidupan yang mengaliri darah.

Namun larut malam itu saya membaca ‘kehidupan’ yang lain. Yakni tentang
sufi Abul Hasan Asy- Syadzilli yang dinilai memiliki maqam, tempat atau
derajat ke-ilmu-ma’rifatan yang lebih tinggi dibanding Syekh Abdul Qadir
Jaelani. Karena di ujung pengembaraan ilmunya, al Jaelani menghirup
pengetahuan dari dua lautan. Satu dari kenabian Muhammad, satu lagi dari
futtuwah Ali bin Abu Thalib. Sedangkan Asy Syadzalli mereguk dari lima
lautan di langit dan lima lautan di bumi. Yang pertama itu Jibril, Mikail,
Israil, Izrail dan Ruh Suci. Yang kedua adalah Muhammad, Abu Bakar, Umar,
Utsman dan Ali.

Kemudian seusai subuh, ketika kegelapan retak oleh cahaya matahari dan
suara-suara kendaraan mulai mengaduh, saya membaca beberapa majalah
terbitan pesantren dan universitas tertentu yang berbaik hati mengirimkan
hasil karya itu ke ruumah saya.
‘Lautan’ nya berbeda, meskipun saya tidak menilai bahwa secara kwalitatif
mereka seungguh-sungguh berbeda.
‘Lautan’ itu ialah Peter Berger, Clifford Geertz, Schoemacher (tukang
sepatu), Alfin Toffler, Ivan Illich, Maxime Rodinson, John Galtung  serta
‘lautan-lautan’ lainnya.

Yang paling mengesankan saya kebetulan bukan kehebatan ‘ombak gelombang
laut’ para pakar itu, melainkan maqomnya dalam Psikologi dapur majalah-
majalah itu. Mereka menjadi semacam tongga kebanggaan. Kalau anda cuma
mengutip ayat Al Qur’an, anak dusunpun bisa.  Majalah itu seperti tak
punya keyakinan diri kalau tak menyebut lautan-lautan itu dan apabila
isinya tak berupa kapal-kapal yang berlayar di wilayah lautan-lautan
itu.

Namun saya tidak menyimpulkan bahwa gejala itu merupakan semacam kematian.
Tetapi toh, seandainya itu ‘era kematian’ insya Allah berarti ambang dari
kelahiran dan kehidupan baru.
Hari ini orang malu memanggul Al Qur’an, tapi besuk bangga. Hari ini orang
minder pakai peci, tapi besuk mantap. Hari ini inferior, besuk kokoh,
lusa inferior, besukny lagi kokoh, inferior, kokoh, inferior, kokoh ….

(Emha Ainun Nadjib/Secangkir Kopi Jon Pakir/Mizan/ PmBNetDok)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.